729x 90

Mengembangkan Indahnya Wisata Desa Karangsalam Melalui Event Explore Desa Wisata Karangsalam

Mengembangkan Indahnya Wisata Desa Karangsalam Melalui Event Explore Desa Wisata Karangsalam
Mengembangkan Indahnya Wisata Desa Karangsalam Melalui Event Explore Desa Wisata Karangsalam

Mengembangkan Indahnya Wisata Desa Karangsalam Melalui Event Explore Desa Wisata Karangsalam

BANYUMAS | Pusat Studi Desa Indonesia (PSDI) memiliki misi yang salah satunya adalah mengembangkan dan mengimplementasikan strategi yang inovatif dalam pengembangan potensi perekonomian pedesaan di Indonesia, dimana di dalamnya tercakup potensi wisata, budaya, kerajinan, produk unggulan, dan kuliner desa. Misi ini teraktualisasi dalam bentuk pelaksanaan event Explore Desa Wisata Karangsalam. Desa Wisata Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah menjadi tempat yang dipilih Pusat Studi Desa Indonesia dalam melaksanakan event “Explore Desa Wisata Karangsalam” ini pada tanggal 6 s/d 7 Mei 2017 lalu. Sebuah desa nan elok dengan keramahan penduduknya yang berada di kaki Gunung Slamet ini berjarak lebih kurang 4 kilometer ke utara dari ibukota Kabupaten Banyumas (Purwokerto), dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor atau mobil walaupun sebagian dari jalur transportasinya masih kurang memadai. Mengarahkan pandangan sedikit ke bawah merupakan satu-satunya cara melihat Kota Purwokerto dari desa ini karena desa ini berada pada daratan yang lebih tinggi (puncak).

Event ini terselenggara dengan baik atas kerjasama Pusat Studi Desa Indonesia dengan Pemerintah Desa Karangsalam serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirta Kamulyan Desa Karangsalam. Melibatkan rekan-rekan dari Pers seperti Bandung TV, Radar Banyumas, dan Satelite Pos. Rekan-rekan Blogger dan Photographer baik lokal maupun dari luar Banyumas turut serta ambil bagian dalam pelaksanaannya. Demikian pula dengan rekan-rekan dari Komunitas Cliff Jump dan para Petualang Sejati (Komunitas Ngapak) Jawa Tengah serta rekan-rekan dari Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia. Tentunya pula dimeriahkan oleh masyarakat Desa Karangsalam dan desa-desa tetangga yang sangat antusias.


Nama Kegiatan

Turut hadir dalam event ini Bapak Ir. H. Achmad Husein (Bupati Banyumas) dan Ibu, Bapak Drs. Muntorichin (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas), Bapak Drs. Lukman Nazaruddin (Camat Baturraden), Bapak Susanto (Kapolsek Baturraden), dan Bapak Khusen (Danramil Baturraden), sedangkan Bapak Daryono (Kepala Desa Karangsalam) tidak berkesempatan hadir dikarenakan sesuatu dan lain hal, namun Beliau telah menyampaikan permohonan maaf dan restu serta memberikan mandat kepada Bapak Sisworo Sosromihardjo (Ketua Pokdarwis Tirta Kamulyan) untuk mewakilinya.


Foto Bersama Bupati Banyumas dan Ibu


Foto Bersama Bupati Banyumas

Dalam pelaksanaannya, di hari pertama (6 Mei 2017), terangkai beberapa kegiatan seperti Lomba Fotografi, Kunjungan ke Home Industry (Budidaya Jamur Merang), Lomba Essay Tingkat Sekolah Dasar, Berwisata ke Curug Telu, Cliff Jump Bersama dan Coaching Clinic (Diskusi).

Saat mentari pagi mulai beranjak dari peraduannya, walau seakan sedikit malu-malu menampakkan wujudnya, dan ditemani hangat dan sejuknya suasana pedesaan, kami pun bergegas menuju Balai Desa, tempat dilaksanakannya kegiatan. Sebelum kegiatan dimulai, kami disambut dengan pagelaran seni budaya (bentuk ucapan selamat datang) oleh para pemuda Desa Karangsalam yang sudah merupakan tradisi desa tersebut dalam menyambut tamu yang datang berkunjung ke desa Karangsalam. Setelahnya, Lomba Fotografi pun dimulai, peserta lomba ini berjumlah 42 orang yang merupakan para fotografer handal, baik atas nama perorangan ataupun dari komunitas seperti Komunitas Ngapak, Komunitas Klinthung, Moslem Adventure, Info PWT, Info Purwokerto, Indonesia Cliff Jump, Insta Purwokerto, Paguyuban Photographer dan Videographer Cilacap dan Komunitas Fotografer Banyumas serta para fotografer lokal desa Karangsalam.


Gelaran Seni dan Budaya Selamat Datang


Gelaran Seni dan Budaya Selamat Datang

Kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke Home Industry yakni belajar budidaya dan melihat langsung proses pembuatan dan fermentasi Jamur Merang menjadi makanan yang siap dikonsumsi yang tentunya halal dan bergizi, serta metode pasar dan target pasarnya. Peserta pun dibagi menjadi 2 kelompok karena jumlah Tim PSDI dan peserta yang cukup banyak sehingga panitia menyediakan 2 Home Industry saja untuk dikunjungi, walaupun ada beberapa Home Industry Jamur Merang di desa ini. Ditemani para instruktur pembuat Jamur Merang, kami pun menyimak dan mendokumentasikan setiap penjelasan dari instruktur terkait segala hal yang berhubungan dengan Jamur Merang itu sendiri.


Kunjungan ke Home Industry

Tak terasa matahari pun tersenyum manis di puncak tertingginya sambil menebar hangat sinarnya, pertanda siang kian menjelang. Setelah makan siang dan istirahat sejenak di Homestay masing-masing, kegiatan pun dilanjutkan dengan gelaran Lomba Essay Tingkat Sekolah Dasar. Dalam lomba ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 dari Sekolah Dasar Negeri Karangsalam dan Sekolah Dasar Negeri Kecil Munggangsari yang berjumlah 54 orang. Ibarat sedang ujian namun yang sifatnya santai, adik-adik ini diberi waktu 4 jam untuk merangkai kata, menulis essay nya. Dengan tema “DESA”, mereka pun mulai menulis, tanpa bantuan ataupun pemikiran dari siapapun, panitia memastikan tulisannya bersumber dari imajinasi kreatif mereka sendiri. Tak sampai 4 jam sebagaimana waktu yang disediakan, tulisan adik-adik ini pun sudah diserahkan semuanya kepada panitia.


Lomba Essay Tingkat Sekolah Dasar


Lomba Essay Tingkat Sekolah Dasar

Posisi matahari yang mulai tergelincir ke barat, memberikan isyarat pasti bahwa sebentar lagi malam akan menyelimuti. Tim PSDI dan peserta fotografi pun bergeser menuju ke lokasi wisata, yang oleh masyarakat setempat diberi nama “Curug Telu”. Di lokasi wisata ini terdapat beberapa spot cantik yang dapat dinikmati oleh para pengunjung, seperti Sendang Bidadari, Kedung Pete dan Curug Telu.

Tak jauh dari tempat parkir kendaraan dimana terdapat beberapa kedai milik masyarakat desa yang menyediakan makanan dan minuman khas desa Karangsalam, dan menuruni beberapa petak anak tangga yang masih alami dan sebagian sudah dibeton serta dipagari, maka bertemu lah kita dengan Sendang Bidadari yang merupakan spot air terjun dengan ketinggian lebih kurang 14 meter, di atasnya terdapat flying fox yang tidak terlalu panjang yang lintasannya membentang memotong air terjun. Di spot ini terdapat 2 buah kubangan air yang segar dan jernih dengan kedalaman 3 meter dan 1 meter. Berbasah-basahan pun dapat dilakukan di sini. Tak ingin melewatkan momen, para fotografer pun mulai beraksi, mencari, menentukan dan membidik setiap sisi cantik dari spot Sendang Bidadari ini, yang tentunya lewat lensa kamera mereka masing-masing. Kreatifitas para fotografer dalam pengambilan gambar pun diuji di sini.


Sendang Bidadari

Berjalan menurun lagi melewati beberapa anak tangga, mata dan pikiran akan segera disegarkan oleh indahnya ciptaan Tuhan. Kedung Pete namanya, merupakan spot aliran air yang jernih dengan sebuah kubangan yang cukup luas dan sedalam lebih kurang 6 meter. Di sekitar Kedung Pete juga terdapat beberapa kedai milik masyarakat desa, bagi pengunjung yang merasa lapar ataupun haus, dapat memesan langsung di kedai tersebut. Untuk di Kedung Pete ini, lebih difokuskan sebagai tempat melakukan Cliff Jump (melompat dari batu besar yang agak tinggi ke dalam kubangan air dengan gerakan yang bervariasi) seperti melompat biasa dengan kaki di bawah, atau dengan kepala di bawah (terjun), berputar di udara 1 kali sampai 3 kali sebelum mencapai permukaan air, atau melompat dengan gaya bebas yang biasa dsebut dengan lompat indah. Pengunjung yang berminat melakukan Cliff Jump ini harus dalam pengawasan instruktur yang profesional, diperlukan nyali yang besar untuk melakukannya. Di spot ini pula rekan-rekan dari Indonesia Cliff Jump unjuk kebolehan, mereka melakukan berbagai variasi gerakan yang indah dalam melompat. Terdapat 3 titik melompat dengan ketinggian 5 meter dari permukaan air, dan 1 titik melompat dengan ketinggian 12 meter dari permukaan air.


Cliff Jump di Kedung Pete


Cliff Jump di Kedung Pete

Kemudian berjalan menuruni anak tangga lagi, inilah spot terindah wisata ini. Masyarakat desa setempat menyebutnya Curug Telu, tergambar dari namanya di spot ini terdapat 3 (tiga) buah air jatuh dengan ketinggian antara 20 hingga 25 meter. Pemandangan yang sempurna ini mampu menyejukkan hati dan memanjakan mata serta memberi rasa santai pada pikiran. Bagi para pengunjung yang sedang galau atau ingin relaksasi alami dari penatnya masalah dan rutinitas, Curug Telu lah tempat yang tepat.


Curug Telu

Di saat matahari berbisik lembut sambil berucap selamat tinggal dan sampai bertemu lagi, bulan pun menggantikan tugas matahari untuk menyinari bumi di hari itu, suasana malam yang tenang di desa Karangsalam dengan alunan musik gemerincing aliran air yang selalu menemani, terasa begitu syahdu malam itu. Setelah makan malam di Homestay masing-masing, kegiatan pun kemudian dilanjutkan dengan Coaching Clinic (diskusi) di Balai Desa.

Bertemakan “Dampak dan Pengaruh Media Sosial terhadap Perkembangan Desa Wisata”, selaku moderator Bapak Andika Manan (Pengurus PSDI Pusat) yang juga staf ahli pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini membuka forum diskusi, diawali dengan sepatah kata dari Bapak Daryono (Kepala Desa Karangsalam). Pada kesempatan ini Beliau menyampaikan permohonan maaf dan restu serta memberikan mandat kepada Bapak Sisworo (Ketua Pokdarwis Tirta Kamulyan) untuk mewakilinya pada acara puncak esok harinya dan menyampaikan beberapa informasi terkait desa Karangsalam. Sepatah kata berikutnya oleh Bapak Edi Sabara selaku Ketua Umum PSDI Pusat, Beliau berharap pada diskusi ini ada saling sharing informasi terkait desa wisata dan pengembangannya.

Sepatah kata terakhir disampaikan oleh Bapak Reza Lazuardi (Pengurus PSDI Pusat) yang juga staf ahli pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, salah satunya ia menyampaikan bahwa media sosial itu bagaikan dua mata pisau yang tajam, ingin dimanfaatkan media atau memanfaatkan, secara jelas bahwa kita harus mampu memanfaatkan media, bukan dimanfaatkan. Gunakan media itu untuk hal yang positif yaitu dengan cara mengembangkan potensi wisata ke dalam media sosial. Jika kita sudah mensosialisasikan ke dalam kehidupan kita maka sosialisasikan juga ke dunia maya, hidup di darat dan tetap mengudara.

Banyak wisata yang ramai karena postingan para pengunjungnya di media sosial selain menempatkan spot-spot menarik untuk berfoto, juga setiap daerah yang memiliki potensi wisata harus memiliki icon untuk dikembangkan agar menjadi daya tarik bagi wisatawan baik hal itu berupa kuliner maupun souvenir, demikian Bapak Reza Lazuardi menambahkan.

Diskusi pun berlangsung seru dan santai, beberapa peserta fotografi menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait pengembangan desa wisata, mulai dari sebuah desa wisata harus memiliki hal yang ikonik hingga harapan pemuda desa tersebut dalam ketersediaan fasilitas yang memadai di lokasi wisata.


Coaching Clinic (Diskusi)

Malam pun kian larut, seluruh kegiatan pada hari itu terlaksana dengan baik. Seluruh Tim PSDI dan peserta menuju Homestay masing-masing untuk istirahat agar esok harinya bisa lebih segar dan fresh lagi.

Rindu akan matahari, ia pun menampakkan dirinya. Suasana pagi pedesaan Karangsalam yang begitu segar, tenang dan nyaman serta senyum manis dan ramah setiap warga yang ditemui, menemani persiapan pelaksanaan acara puncak di hari kedua (7 Mei 2017). Acara ini dilaksanakan di halaman parkir wisata Curug Telu. Sebelum acara dimulai Bapak Ir. H. Achmad Husein (Bupati Banyumas) meluangkan waktu menuruni anak tangga menuju 3 spot wisata yang ada, Sendang Bidadari, Kedung Pete dan Curug Telu.

Di awal acara ibu-ibu desa Karangsalam menampilkan Tari Lesung Jumengglung yang dilakoni oleh ibu-ibu yang sedang menumbuk padi dengan maksud sebagai wujud rasa syukur kepada ALLAH SWT. Kemudian penampilan Tari Gambyong Banyumasan oleh 2 orang anak gadis remaja yang cantik-cantik, tarian ini bermakna sebagai tarian sambutan selamat datang kepada tamu. Dan penampilan seorang anak gadis remaja dengan Tari Tumandang sebagai wujud bahwa warga desa harus giat bekerja.


Tari Lesung Jumengglung


Tari Gambyong Banyumasan


Tari Tumandang

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Ir. H. Achmad Husein (Bupati Banyumas), sambutan dari Bapak Daryono (Kepala Desa Karangsalam) yang dibacakan oleh Bapak Sisworo (Ketua Pokdarwis Tirta Kamulyan) dan terakhir sambutan dari Bapak Edi Sabara (Ketua Umum PSDI Pusat).

Bapak Ir. H. Achmad Husein dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada PSDI yang telah bersedia melaksanakan kegiatan wisata di wilayah Banyumas, khususnya desa Karangsalam. Kabupaten Banyumas yang beribukota di Purwokerto, dari 27 Kecamatan, 30 Kelurahan dan 305 Desa, rata-rata memiliki curug yang sebagian besar belum ter-expose. Beliau menambahkan kedepan akan dibangun jalur transportasi yang memadai menuju tempat-tempat wisata yang ada di Banyumas, khususnya di Curug Telu. 

Beliau mengatakan untuk mengembangkan destinasi wisata, membutuhkan dukungan semua pihak, serta dapat mengintegrasikan dengan daerah sekitar. Dan untuk mempercepat perkembangan wisata itu menurut Bupati tidak bisa setahap, setahap agar pengunjung mendapat kesan mendalam saat berkunjung sehingga ingin datang kembali.

“Curug di Kecamatan Baturraden cukup banyak, satu jalur Sungai Pelus ini saja terdapat sedikitnya sembilan curug, mulai Desa Karangsalam, Kemutugkidul dan Rempoah, apabila ini bisa terintegrasi menjadi paket wisata, tentu destinasi wisata ini akan semakin menarik,” tambahnya.


Sambutan Bapak Ir. H. Achmad Husein (Bupati Banyumas)

Berikut kutipan sambutan Bapak Daryono (Kepala Desa Karangsalam) yang dibacakan oleh Bapak Sisworo (Ketua Pokdarwis Tirta Kamulyan).

Pada kesempatan ini ijinkan kami selaku Ketua Pokdarwis Tirta Kamulyan dan sekaligus mewakili Pemerintah Desa Karangsalam karena pada hari ini Beliau (Bapak Kades) tidak dapat hadir dalam acara ini. Untuk itu kami mohon maaf dan sekaligus kami mewakili Pemerintah Desa.
Pertama kami mengucapkan terimakasih dan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yg sudah berkenan hadir dalam acara Explore Desa Wisata Karangsalam Baturraden.
Sekitar 2 minggu yang lalu kami kedatangan tamu rombongan dari Jakarta. Beliau pengurus Pusat Studi Desa Indonesia, yang inti kehadirannya mengajak kepada kami Pokdarwis dan Pemerintah Desa serta masyarakat untuk bersama-sama menyelenggarakan Explore Desa wisata Karangsalam. Kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas support dari PSDI terutama dari dukungan dana sehingga acara ini dapat terlaksana, disamping juga sebagian dana dari Pokdarwis, Pemerintah Desa dan swadaya masyarakat. Kami juga bersyukur bahwa dari sekian Desa Wisata yg ada di Kabupaten Banyumas. Kami mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan Explore Desa Wisata.
Explore Desa Wisata ini bertujuan menggali seluruh potensi wisata yang ada di Desa Karangsalam diantaranya Wisata Alam Curug Telu, Sendang Bidadari, Curug Pelangi, dan Kedung Pete yg digunakan untuk kegiatan Cliff Jump. Kemudian menggali seni dan budaya seperti Ronggeng, Gejog, Lesung, Sholawatan, Kentongan serta tradisi masyarakat seperti pada siang hari ini kami juga akan menyelenggarakan tradisi Sadranan.
Kegiatan Explore Desa Wisata ini dilaksanakan dari hari sabtu diawali dengan lomba fotografi kemudian lomba essay untuk siswa SD. Dilanjutkan kunjungan ke Home Industryy Jamur Merang dan puncak acara pada hari ini adalah gelar budaya, pameran produk lokal dan terakhir acara Sadranan.
Dari seluruh peserta dan penyelenggara terutama dari PSDI Jakarta sekitar 30 orang menginap di Homestay di Desa Karangsalam.
Pokdarwis Tirta Kamulyan Desa Karangsalam dibentuk pada bulan Maret 2015 dengan anggota awal sekitar 30 orang, bertugas mengelola seluruh potensi wisata yang ada dan Alhamdulillah setelah masyarakat dapat merasakan dampak positifnya dan dapat merasakan peningkatan pendapatannya anggota kami semakin bertambah sampai saat ini sudah mencapai 102 orang yang terdiri dari pengelola Curug Telu, pemandu wisata, pemilik homesay, penyedia jasa akomodasi seperti warung, grup-grup kesenian dan kami sudah tergabung dalam BUMDes Desa Karangsalam.
Pengelolaan Desa wisata Karangsalam ini juga tidak lepas dari keterlibatan dan dukungan dari Pemerintah Daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, Budaya dan Pariwisata, kemudian dari Muspika terutama Camat Baturraden yang senantiasa memberikan support kepada kami serta semangat masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yg ada. Kami yakin apabila masyarakat akan terus berupaya untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yang ada, akan semakin meningkatkan pendapatan masyarakat dan tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kami menyadari dalam mengelola pariwisata di Desa Karangsalam ini masih banyak sekali kekurangan untuk itu kami mohon bimbingan dari semua pihak dan kekurangan kami adalah sarana dan prasarana dan infrastruktur, terutama Jalan Desa, berbeda dengan desa-desa yang lain seluruh jalan yang ada statusnya adalah jalan desa sehingga (pembangunan akses jalan memudahkan wisatawan)
Yang terakhir, sekali lagi kami mengucapkan terimakasih kepada Pusat Studi Desa Indonesia yang sudah membantu kami masyarakat Desa Karangsalam dan kami mohon maaf apabila dalam penyelengaraan acara ini banyak kekurangan dan ketidaknyamanan Bapak Ibu Tamu Undangan, sekali lagi kami mohon maaf.


Sambutan Bapak Daryono (Kepala Desa Karangsalam) yang dibacakan oleh Bapak Sisworo Sosromihardjo (Ketua Pokdarwis Tirta Kamulyan)

Program pendampingan pengembangan desa wisata merupakan salah satu program kerja Pusat Studi Desa Indonesia dan desa Karangsalam kami pilih untuk menjadi salah satu desa yang bisa kami bantu untuk bisa dipromosikan lebih baik serta membantu pendampingan agar desa wisata Karangsalam menjadi lebih menarik dan memiliki keunggulan. Di dalam pengembangan desa wisata yang paling utama tidak hanya memiliki objek wisata yang indah akan tetapi juga harus membangun sumberdaya manusia pengelola desa wisata agar manajemen pengelolaannya bisa profesional, ujar Bapak Edi Sabara (Ketua Umum PSDI) saat menyampaikan sambutan.

Banyak sekali potensi di desa Karangsalam yang bisa dijadikan objek yang menarik untuk dikunjungi, tinggal dikemas agar tampak lebih menarik lagi, seperti keindahan alam, adat istiadat, budaya, kuliner, industri UMKM dan lain sebagainya, demikian tambahnya.

PSDI berharap kita semua dapat bekerjasama mewujudkan mimpi seluruh masyarakat di desa Karangsalam untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian, untuk itu kita harus terus fokus, tidak hanya sebatas melaksanakan kegiatan explore desa wisata ini saja, akan tetapi bisa berlanjut.


Sambutan Bapak Edi Sabara (Ketua Umum PSDI)

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pagelaran seni dan budaya desa Karangsalam. Dengan menampilkan Ronggeng, Gejog, Lesung, Sholawatan, Kentongan, Kuda Lumping, Angguk, Engrang, Syuran, Mauludhan, Macapatan, dan terakhir ada ritual Sadranan yang dilakoni oleh kelompok seni dan budaya “Terbangan”, dengan maksud merupakan rasa syukur masyarakat, karena sampai bulan Sha’ban menjelang Ramadhan masih diberi kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan dan juga merupakan pembersihan diri menjelang bulan Ramadhan. Sadranan ini sendiri sudah merupakan tradisi masyarakat desa Karangsalam sejak masa lampau dimana pelaksanaannya setahun sekali memasuki bulan Ramadhan.

Sembari menyaksikan pagelaran seni, para tamu undangan disuguhi Nasi Nyangku. Nasi Nyangku merupakan salah satu kuliner khas desa Karangsalam yang selalu ada di setiap acara baik itu acara desa ataupun acara-acara lainnya. Di dalam Nasi Nyangku terdapat nasi putih, lauknya empal sapi, dengan sayur pakis dan sayur jantung, sambal goreng Kamijara dan tempe bacem, dibungkus menggunakan daun nyangku, dimasak di rawon (tungku) dengan cara tradisional tanpa MSG.


Gelaran Seni dan Budaya (Engrang)


Gelaran Seni dan Budaya (Gandon)


Gelaran Seni dan Budaya (Kentongan)


Gelaran Seni dan Budaya (Kuda Lumping/ Ebeg)


Gelaran Seni dan Budaya (Bentik)


Gelaran Seni dan Budaya (Ronggeng)


Gelaran Seni dan Budaya (Sholawatan)


Gelaran Seni dan Budaya (Tradisi Syuran)

 

Nasi Nyangku

Selain gelaran seni dan budaya, masyarakat desa Karangsalam juga memamerkan produk-produk kerajinan tangan dan kuliner pada stand-stand yang tersedia.


Pameran Kerajinan Tangan


Pameran Kuliner

Pameran Kuliner

Rangkaian acara dihari kedua ini diakhiri dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah Lomba Essay Tingkat Sekolah Dasar dan Lomba Fotografi.


Pengumuman dan Penyerahan Hadiah Lomba Fotografi

Selama 2 hari di desa Karangsalam, Tim PSDI dan peserta menginap di Homestay (rumah warga). Panitia menyediakan 22 rumah warga untuk menginap, ada yang 1 kamar, ada pula yang menyediakan 2 kamar untuk setiap rumah. Termasuk konsumsi (sarapan, makan siang dan makan malam) semuanya disediakan oleh tuan rumah yang tentunya dengan keramahan masyarakat desa Karangsalam.

Bagi para pengunjung yang ingin berwisata ke desa Karangsalam khususnya wisata Curug Telu, tak perlu khawatir menentukan tempat menginap, karena masyarakat setempat telah menyediakan Homestay yang sangat memadai, dengan kamar yang nyaman, toilet yang bersih, makanan dan minuman khas desa Karangsalam yang halal, dan pastinya disempurnakan dengan keramahan setiap warga yang ditemui.

Diakhir, PSDI berharap dengan dilaksanakannya event “Explore Desa Wisata Karangsalam” menjadi salah satu cara mengenalkan wisata desa Karangsalam ke seluruh penjuru nusantara maupun dunia sehingga kedepan desa wisata Karangsalam menjadi salah satu destinasi wisata yang prioritas yang akhirnya pelan namun pasti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desanya.

 

Para Pemenang Lomba Essay Tingkat Sekolah Dasar dan Tulisannya
Selamat ya kepada adik-adik yang ternyata sangat kreatif dan terkadang lucu dan unik dalam mendefenisikan desanya.

Para Pemenang Lomba Fotografi dan Hasil Fotonya
Selamat ya kepada para pemenang Lomba Fotografi

Video Explore Desa Wisata Karangsalam
Selamat menonton, semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang Desa Wisata.
Dan juga silahkan berkunjung ke Desa Wisata Karangsalam.

Azwar Aziz
Azwar Aziz
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>