729x 90

Dukung Prudes, Sigi Terapkan Satu Produk Per Kecamatan

Dukung Prudes, Sigi Terapkan Satu Produk Per Kecamatan
Dukung Prudes, Sigi Terapkan Satu Produk Per Kecamatan

JAKARTA | Sebagai wilayah yang memiliki lahan perkebunan dan pertanian yang luas, Pemerintah Kabupaten Sigi berinisiatif untuk menjalankan program Prudes (Produk Unggulan Desa) lewat sektor pertanian. Tak hanya one village one product (satu desa satu produk), Kabupaten Sigi bahkan telah meningkatkannya yakni ‘satu produk unggulan per satu kecamatan’.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Irwan usai bertemu dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo di Kantor Kalibata Jakarta, Jum’at (10/2). Menurutnya, program yang diselaraskan dengan program pemerintah pusat tersebut pun sesuai dengan visi misi pemerintah kabupaten Sigi yakni mewujudkan masyarakat Sigi yang maju mandiri berbasis ekonomi kerakyatan.

“Salah satu fokus kami yakni ekonomi kerakyatan pertanian. Kita ingin pembangunan pertanian ini terintegerasi dengan baik misalnya ada cabai dan jagung sesuai dengan program nasional. Kami yakin karena daerah kami memang daerah perkebunan dan pertanian yang begitu besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, desa-desa di Kabupaten Sigi yang berjumlah 176 desa, rata-rata memiliki produk pertanian yang sama dalam satu kawasan (kecamatan). Menurutnya, potensi tersebut justru akan lebih terintegrasi dengan baik, jika setiap kecamatan difokuskan pada satu produk unggulan saja.

“Misalnya (Kecamatan) Kulawi kita gabung satu khusus untuk durian dan manggis. Di tambah lagi (kecamatan lain) ada yang khusus cokelat dan kopi. Untuk kawasan bambu ada di Kecamatan Palolo. Yang pasti di sana (Kabupaten Sigi) tanaman kopi, durian, manggis, cokelat itu bagus, di samping tanaman holtikultura. Bawang di beberapa titik per satu hektar bisa panen 5 hektar sekali panen,” paparnya.

Meski demikian, terdapat kendala di beberapa daerah yang menghambat produktifitas pertanian di Kabupaten Sigi, yakni masih terdapatnya kawasan yang kekurangan air. Terkait hal tersebut, Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo menyarankan, agar sebagian dana desa yang digelontorkan digunakan untuk membangun embung.

“Kalau dana desa dan ADD (Alokasi Dana Desa) sudah lebih dari Rp1 Miliar, Rp500 Juta bisa dipakai untuk membuat embung. BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) juga dibuat. Nanti kita bantu bersama BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk membuat mitra BUMDes. Nanti semua subsidi juga akan disalurkan lewat BUMDes,” ujarnya.

sumber : kemendesa.go.id

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>